Jumat, 14 Juni 2013

Surat Untuk Pak Tua

Bernyanyi di bawah gubuk beratap usang
Gemetar tangan petikkan melodi
Pada teman putih dan hitammu
Pada lembar lembar kertas yang terlentang di atas meja
Menyayat kata kata indah bertahta
Yang bagi mereka tak bermakna

Senja tlah datang di hidupmu
Badan yang habis kurus dimangsa waktu
Kecut kehidupan menjejali kehidupan
Ya.. usiamu tak muda lagi pak tua
namun semangat dan tekad kuat membara di dadamu

Sengsara nasibmu tak ku lupa
Kata bermaknamu mengisi rongga jiwa
menjadikannya taman bunga penuh pesona

Bungaku tlah tumbuh pak tua
yang lalu kau siram dengan keringatmu
kau rawat bagai anakmu sendiri
Tapi..
Bungamu layu sekian lama
di makan waktu dan gejolak muda
Tapi tetap saja, kau yang pertama ajarkanku
tuliskan bait bait curahan jiwaku

Pak tua, saat ini banyak puisi muda
puisi penuh luapan jiwa
namun tanpa makna dan keindahan kata
mungkin mereka lupa siapa dirimu Pak Tua
apa dirimu juga lupa siapa engkau?

kau adalah inspirasiku
semngatmu
makna tulisanmu
rumit bahasamu
sayang kini kau tlah tiada..
Chairil Anwar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar