Sabtu, 28 Juni 2014

Pengelana

Pengelana pergi jauh
Menyusuri derap kaki asing
Tenggelam Dalam tawa kesedihan
Pengelana,
Ia tak dikenal

Beribu langkah ditempuh
Bungkam rintihan  menyayat perasaan
Tinggalkan tawa dalam kehangatan
Namun tekad tak kunjung hilang
Tegak bersandar dalam jiwa

Lemah kaki berdarah bernanah
Peluh basahi sekujur tubuh
Napas terengah jantung berdegup kencang
Takkan goyahkan jiwanya
Semakin jauh ia melangkah

Pengelana pergi semakin jauh
Kini jiwanya mulai rapuh
Berjalan dalam hening malam
Tanpa arah tujuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar